LINGKUNGAN HIDUP DAN
PENCEMARAN LINGKUNGAN
OLEH :
WISNU
KARISNA
33
XI IPA 4
SMAN 2
KARANGANYAR
TAHUN AJARAN
2012/2013
HALAMAN PENGESAHAN
Karya tulis ini
telah disetujui dan disahkan oleh guru pembimbing mata pelajaran Bahasa
Indonesia yaitu Ibu Hartati pada:
hari
:
tanggal
:
Kata Pengantar
Puji
syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya
saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas Karya Ilmiah
Bahasa Indonesia ini. Tidak lupa juga Saya ucapkan terima kasih kepada guru
bahasa Indonesia yaitu Ibu Hartati yang telah membimbing Saya agar dapat mengerti
dan memahami tentang bagaimana langkah-langkah cara menyusun karya tulis ilmiah
ini dengan baik dan benar. Karya Ilmiah
ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu dan mengerti tentang Lingkungan
Hidup dan Pencemaran Lingkungan, yang Saya buat berdasarkan pengamatan. Makalah
ini Saya buat dengan berbagai cara. Baik itu yang datang dari fikiran Saya sendiri
maupun yang datang dari luar. Namun dengan restu dari Tuhan Karya Ilmiah
ini dapat terselesaikan. semoga Karya Ilmiah Saya ini Dapat bermanfaat bagi
kita semua. Dan Mudah mudahan dapat memberikan wawasan yang lebih luas
kepada pembaca. Walaupun Karya Ilmiah ini memiliki kelebihan dan kekurangan.
Saya minta untuk memberi saran dan kritiknya. Terima kasih.
Penulis
Artikel
Wisnu
Karisna
Daftar Isi
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
1.2 Batasan
Masalah
1.3 Tujuan Sayaan
1.4 Metode
Penelitian
BAB II PEMBAHASAN MASALAH
2.1 Lingkungan
Hidup dan Perubahannya
2.2 Faktor
penyebab perubahan lingkungan hidup
2.3 Pencemaran
Lingkungan Hidup
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Pada
dasarnya lingkungan hidup dikenal sebagai tempat dimana semua makhluk hidup
tinggal dan melakukan kehidupannya sehari-hari. Lingkungan hidup, menurut UU
No. 23 tahun 1997, didefenisikan sebagai kesatuan ruang dengan semua benda,
keadaan, dan makhluk hidup, tak lupa manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi
kelangsungan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup.
Saat ini
masyarakat sudah tidak peduli lagi terhadap lingkungan hidup tempat mereka
tinggal. Hal ini telihat dari semakin sedikitnya masyarakat yang peduli
terhadap kelestarian lingkungan. Banyak masyarakat yang merusak lingkungan atau
mengeksploitasi lingkungan secara berlebihan. Hal ini menyebabkan terjadinya
perubahan lingkungan.
Selain itu,
kegiatan manusia dalam melakukan pekerjaannya juga menyebabkan terjadinya
pencemaran lingkungan. Banyak polutan yang menyebabkan lingkungan menjadi
tercemar dan kotor.
Berdasarkan
kondisi dan keadaan di lingkungan tersebut, saya menyusun karya tulis ini agar
dapat memberikan informasi mengenai keadaan lingkungan sekitar yang sudah
banyak tercemar akibat kegiatan masyarakat sekitar.
1.2 Batasan
Masalah
Didalam
pembuatan karya tulis ini saya akan membahas mengenai defenisi lingkungan hidup
dan jenis – jenis zat yang mengakibatkan pencemaran lingkungan. Saya akan
membahas mengenai beberapa masalah, yaitu :
a.
Lingkungan hidup dan perubahannya
b.
Faktor penyebab perubahan lingkungan hidup
c.
Pencemaran lingkungan hidup dan zat pencemarnya.
1.3 Tujuan Sayaan
Berdasarka
latar belakang yang menjadi alasan saya membuat karya ilmiah ini dengan tujuan
untuk :
a.
Memberi tahukan kepada pembaca mengenai kerusakan
lingkungan yang terjadi di lingkungan sekitar tempat tinggal saya.
b.
Dapat mengajak pembaca untuk mengurangi kebiasaan
membuang sampah sembarangan dan menyebabkan pencemaran lingkungan.
c.
Untuk melengkapi tugas Bahasa Indonesia dari Ibu
Hartati
1.4 Metode Penelitian
Dalam membuat karya ilmiah ini, saya mengunakan metode studi pustaka dan tanya
sedikit dengan kakak serta teman saya. Saya mempelajari beberapa buku dan media
teknologi atau internet yang sesuai dengan permasalahan yang saya bahas dalam
karya ilmiah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Lingkungan
Hidup dan Perubahannya.
Lingkungan hidup, menurut UU No. 23 tahun 1997, didefenisikan sebagai kesatuan
ruang dengan semua benda, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya,
yang mempengaruhi kelangsungan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup. Dalam
pengelolaan lingkungan hidup, manusia mempunyai peran yang sangat penting,
karena pengelolaan lingkungan hidup pada akhirnya ditujukan untuk
keberlangsungan kehidupan manusia di muka bumi ini.
Istilah lingkungan hidup pertama kali dimunculkan oleh Ernst Haeckel pada tahun
1886, yang menunjuk kepada keseluruhan organism atau pola hebungan antar
organism dan lingkungannya. Ekologi adalah cabang dari ilmu Biologi yang
mempelajari mengenai lingkungan hidup (Ekosistem) atau planet bumi ini secara
keseluruhan. Lingkungan hidup mempunyai fungsi yang sangat penting, yaitu
sebagai tempat kediaman dan sebagai sumber kehidupan.
Ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh
menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam bentuk keseimbangan, stabilitas, dan
produktivitas lingkungan. Peranan ekosistem diantaranya :
a.
Pemurnian udara dan air
b.
Pengurangan kekeringan dan banjir
c.
Pembentukan dan pemeliharaan kesuburan tanah
d.
Detoksifikasi (penetralan racun) dan dekomposisi
(penguraian sampah)
e.
Penyerbukan tanaman perkebunan dan vegetasi alami
f.
Penyebaran benih
g.
Siklus dan pergerakan nutrien
h.
Pengendalian mayoritas hama agrikultur potensial
secara luas
i.
Pemeliharaan biodiversitas
j.
Perlindungan pantai dari erosi oleh ombak
k.
Perlindungan dari sinar ultraviolet matahari yang
berbahaya
l.
Stabilitas iklim parsial
m.
Pengendalian cuaca yang ekstrim dan dampaknya
Pembangunan
yang dilakukan saat ini bertujuan untuk mencukupi kebutuhan manusia.
Pembangunan diutamakan untuk “pertumbuhan ekonomi” yang tidak ramah lingkungan.
Semuanya itu menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. Pengaruh
terhadap lingkungan sebagai akibat pengurasan dan pemborosan sumber daya alam
serta pencemaran lingkungan di antaranya adalah :
1.
Peningkatan pencemaran limbah
2.
Peningkatan hujan asam
3.
Penipisan gas O3 (lapisan ozon) di
atmosfir yang merupakan pelindung bumi dari berbagai sinar yang membahayakan
kesehatan.
4.
Pemanasan global
5.
Punahnya hutan tropis
6.
Penyusutan tanah subur dan peningkatan tanah kritis
7.
Krisis air bersih
Dengan kondisi seperti ini, lingkungan hidup perlu diatur dan dikelola dengan
baik sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal, mencukupi kebutuhan hidup
generasi saat ini tanpa harus mengurangi kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan
hidup generasi yang akan datang. Saat ini, telah dikembangkan berbagai macam
cara untuk melestarikan lingkungan hidup. Seperti pengolahan sampah dan
pemakaian sumber energi alternatif.
2.2 Faktor
penyebab perubahan lingkungan hidup.
1)
Perubahan lingkungan akibat aktivitas manusia.
1.
Pencemaran lingkungan
2.
Penebangan hutan
3.
Pembangunan
4.
Penggunaan pestisida
2)
Perubahan lingkungan akibat faktor alam
a.
Banjir
b.
Gempa bumi
c.
Gunung meletus
2.3 Pencemaran
Lingkungan Hidup
1. Pencemaran
Dalam UU no. 4/1992 diperbarui
dengan UU no. 23/997 tentang pengelolaan lingkungan hidup didefenisikan sebagai
masuknya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan
dan/atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses
alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai tingkat tertentu yang
menyebabkan lingkungan turun sampai tingkat tertentu yang menyebabkan
lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi sesuai dengan
peruntukkannya. Dengan demikian bahan yang diintroduksi ke lingkungan adalah
pencemar atau polutan.
2. Jenis –
Jenis Pencemaran.
a)
Pencemaran Udara
Udara di alam tidak pernah
benar-benar bebas pencemar sama sekali karena berbagai kegiatan alami seperti
kegiatan vulkanik, pembusukan sampah, dan pembakaran hutan menghasilkan gas SO2,
H2S, dan CO sebagai produk sampingnya. Di samping itu partikel bisa tersebar
melalui angin dan kegiatan vulkanik. Kegiatan lain yang dapat meningkatkkan pencemar
di udara adalah kegiatan manusia. Sumber pencemar udara primer adalah CO, Nox, Hidrokarbon
(HC), Sox, dan partikel. Sumber utama pencemar udara berasal dari transportasi
yang menyumbang hampir 60% CO dan 15% HC.
Polutan pencemaran udara yaitu :
1)
Karbon Dioksida (CO2).
Karbon
dioksida dihasilkan dari pemakaian bahan bakar fosil (minyak bumi atau
batubara), pembakaran gas alam dan hutan, respirasi, dan pembusukan.
2)
Sulfur Dioksida (SO2) dan Nitrogen
Monoksida (NO).
Berasal dari
pemakaian bahan bakar fosil (minyak bumi atau batubara), misalnya gas buangan
kendaraan.
3)
Karbon Monoksida (CO).
Berasal dari
pemakaian bahan bakar fosil (minyak bumi atau batubara) dan gas buangan
kendaraan bermotor yang pembakarannya tidak sempurna. Selain itu, CO juga bisa
berasal dari pembakaran sampah dan industri.
4)
Kloro fluoro karbon (CFC).
Berasal dari
pendingin ruangan, lemari es, dan perlengkapan yang menggunakan penyemprot
aerosol.
5)
Dioksin.
Dioksin
terdiri dari 210 senyawa yang termasuk golongan polychlorinated
dibenzo-p-dioksin (PCDD) dan polychlorinated dibenzofuran (PCDF). Dioksin
bersifat karsinogenik (bahan yang diduga penyebab kanker) kuat dan menyebabkan
perubahan system hormon, pertumbuhan abnormal, mengganggu janin, menurunkan
kapasitas reproduksi, dan penghambatan system kekebalan tubuh.
Sumber
dioksin adalah pembakaran bahan bakar biomassa, limbah pertanian, dan sampah.
Pembentukan dioksin terjadi saat pembakaran bahan yang mengandung khlor seperti
limbah tumbuhan, banyak jenis kertas, dan berbagai jenis plastic, juga bensin
bertimbal yang mengandung khlor. Penyebaran dioksin dapat melalui udara
lalu mengendap di permukaan tanah, bangunan, air, daun, dan lain-lain.
6)
Nitrogen Oksida(NO).
Sumber NO
terbanyak dilepaskan dari hasil kegiatan bakteri dalam bentuk NO namun tidak menyebabkan
masalah karena tersebar secara merata. Sumber lain yang bermasalah yaitu yang
berasal dari kegiatan manusia seperti pembakaran arang, minyak gas alam dan
bensin/transportasi karena dapat menumpuk di suatu lokasi tertentu dalam jumlah
yang cukup besar. gas NO dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman, seperti
munculnya bintik pada daun, nekrosis, sampai menghambat kecepatan pada
fotosintesis. Selain itu, NO dapat menyebabkan paralisis system saraf pada
hewan.
7)
Hidrokarbon (HC) dan Oksidan Fotokimia.
Hidrokarbon
dihasilkan dari kegiatan manusia dengan sumber utama transportasi (sekitar
50%), pembakaran gas, minyak, arang an kayu, proses industri, pembuangan
sampah, kebakaran hutan dan sebagainya. Bahaya polutan HC berasal dari hasil
reaksi fotokimia yang melibatkan sinar matahari dan siklus fotolitik NO. dampak
HC dan oksida fotokimia terhadap tumbuhan beragam seperti nekrosis, daun muda
rusak, menghambat pertumbuhan, dan bagian-bagian bunga mati. Sedangkan dampak
terhadap manusia meliputi iritasi mukosa dan mata, gangguan sistem pernapasan
serta hilangnya koordinasi tubuh.
8)
Timbal (Pb).
Gas Pb
dihasilkan dari pembakaran zat aditif bensin. Sumber lain partikel Pb adalah
pabrik alkil Pb dan Pb oksida dan pembakaran arang.
9)
Sulfur Oksida (SO).
Berasal dari
aktifitas vulkanik an aktifitas manusia seperti pembakaran arang, minyak, dan
gas. Sumber lainnya yaitu proses industri seperti pemurnian petroleum, industry
H2SO4, dan peleburan baja. dampak sulfur terhadap
tanaman menyebabkan warna daun memucat, kering, dan mati sedangkan dampak
kronis menyebabkan daun kuning karena pembentukan klorofil terhalang. Pengaruh
terhadap manusia menyebabkan iritasi pada sistem respirasi dan merupakan
polutan yang berbahaya untuk orang tua dan penderita kronis system pernapasan
dan kardiovaskuler.
10)
Partikel.
Polutan
jenis ini berada di udara dalam jumlah cukup tinggi terutama di kota. Sumbernya
berasal dari kegiatan vulksnik sedangkan sumber utama dari kegiatan manusia
berasal dari pembakaran diikuti industri seperti peleburan baja. Partikel
mengganggu proses fotosintesis karena kerak yang terbentuk dari campuran
partikel dan uap air di daun yang tidak tercuci dengan air hujan.
11)
Pengaruh rumah kaca.
Rumah kaca
dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global, yaitu naiknya suhu bumi akibat
meningkatnya gas rumah kaca dan menyebabkan kandungan energi meningkat
mendorong terjadinya perubahan iklim antara lain frekuensi dan intensitas badai
dan peristiwa ekstrim lainnya.
b)
Pencemaran Air
Sumber pencemaran air meliputi sebagai berikut :
1)
Padatan
Polutan dalam bentuk padatan terbagi
ke dalam padatan terendapkan (sedimen), tersuspensi, dan koloid,terlarut,
lemak, dan minyak. Sedimen adalah padatan yang langsung mengendap jika air
didiamkan beberapa saat karena ukurannya relatif besar. sedimen merupakan
padatan yang umum ditemukan dalam air permukaan akibat erosi. Padatan
menyebabkan air sungai menjadi keruh, tidak terlarut, dan tidak dapat mengendap
langsung kecuali ada gangguan kesetimbangan menyebabkan terjadinya penggumpalan
dan pengendapan.
2)
Limbah Pertanian.
Kegiatan pengolahan tanah
(menyebabkan sedimentasi), pemupukan, dan pemberantasan hama merupakan kegiatan
yang menjadi sumber terlepasnya limbah pertanian ke perairan karena biasanya
tidak semua pupuk dan pestisida yang terpakai. Pupuk yang kaya unsure hara akan
menyebabkan terjadinya eutrofikasi dan kerusakan ekosistem. Beberapa polutan
yang biasa dipakai pada pertanian :
· Obat
insektisida, bisa mematikan biota air.
· Pupuk,
menyebabkan eutrofikasi, yakni suatu kondisi yang mengakibatkan kurangnya
oksigen dan mendorong terjadinya kehidupan organism anaerob.
3)
Limbah Rumah Tangga.
· Bahan
organik, menyebabkan biota air mati.
· Bahan
anorganik, menyebabkan banjir.
· Bahan
biologis, menyebabkan timbulnya penyakit.
4)
Limbah Industri.
Limbah industri meliputi bahan
organik dan bahan anorganik.
5)
Mikroorganisme
Mikroorganisme di dalam air berasal
dari udara, tanah, sampah, lumpur, tanaman/hewan hidup dan mati, serta bahan
organik lainnya. Lama tidaknya mikroorganisme di dalam air tergantung kecocokan
kondisi air dengan syarat hidupnya. Air bisa menjadi media bagi penyebaran
penyakit patogen yang berbahaya. Jumlah dan jenis mikroorganisme tergantung
pada sumbeer air, komponen nutrient dalam air, bahan toksik, organism air, dan
factor fisik.
6)
Logam Berat.
Logam berat yang sering menjadi
polutan di perairan adalah Hg, Pb, As, Cd, Cr, dan Ni. Merkuri secara alami
banyak ditemukan dalam bentuk tergabung dengan bahan lain dan tersebar di
karang, tanah, udara, dan air serta organism melalui proses fisik, kimia, dan
biologi yang kompleks.
7)
Penangkapan Ikan dengan Menggunakan racun.
Penangkapan ikan dengan menggunakan
bahan beracun (seperti potassium), selain dapat mencemari air, juga bisa
membunuh anakan ikan atau bibit ikan yang masih kecil, dan organism lainnya
yang berada di lingkungan air tersebut.
c)
Pencemaran Tanah.
Jenis polutan tanah yaitu :
1)
Senyawa Xenobiotik Organik.
Senyawa ini ditemukan dalam tanah dan beberapa
diketahui bersifat karsinogenik (penyebab kanker), teragenik, dan atau mutagenic(penyebab
mutasi). Senyawa ini masuk kedalam lingkungan alami secara langsung dari
penggunaan pestisida atau kebocoran karena kecelakaan atau secara tidak
langsung melalui pembuangan limbah yang tidak tepat menghasilkan polusi dalam
bentuk emisi gas, kontaminasi air larian, atau cairan yang dihasilkan dari
pengomposan.
2)
Nitrat dan Fosfat.
Nitrat dan fosfat dibuang ke perairan dalam bentuk
limbah rumah tangga, limbah industri, air larian dari kota dan desa, dan limbah
pertanian. Dampak yang mungkin terjadi akibat adanya nitrogen dalam tanah
adalah kondisi terlewat subur, pencemaran pada sumber air minum yang berpotensi
menyebabkan kanker.
3)
Sulfur dan Nitrogen Oksida.
4)
Logam.
Biotransfer logam toksik dari tanah yang
terkontaminasi terhadap tumbuhan yang akhirnya dikonsumsi manusia dan hewan
domestik lainnya. Logam bisa berada dalam bentuk bagian dari mineral tanah,
senyawa yang terndapkan, diserap dalam pertukaran organik dan anorganik pada
permukaan, organic terlarut dalam larutan tanah, dan dalam tubuh biota.
5)
Pencemar lainnya.
Sumber pencemar tanah lainnya adalah feses,
menyebabkan penyakit cacing meningkat. Pencemar tanah yang lainnya adalah
timbale (Pb) dari bensin sehingga transportasi menjadi sumber pencemar
terpenting.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan
pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan di sekitar tempat
tinggal kita sudah banyak tercemar oleh kegiatan masyarakat sehari-hari.
Lingkungan
hidup adalah tempat tinggal semua makhluk hidup, baik manusia, hewan, ataupun
tumbuhan. Saat ini terjadi perubahan lingkungan yang disebabkan oleh :
a. Aktivitas
manusia
b. perubahan
kondisi alam.
Di lingkungan tempat tinggal saya dan juga lingkungan sekolah saya banyak
terjadi pencemaran lingkungan. Kebanyakan akibat pembuangan sampah secara
sembarangan oleh masyarakat. Pencemaran yang terjadi yaitu pencemaran tanah,
pencemaran air, dan pencemaran udara.
Adapun bahan – bahan yang banyak mencemari lingkungan di antaranya :
1. Sampah
dari kegiatan rumah tangga.
2. Limbah
Industri yang tidak di olah sebelum dibuang.
3. Limbah
pertanian akibat pemakaian yang tidak sesuai aturan.
3.2 Saran
Setelah
mengetahui kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal saya, hendaknya pembaca
yang juga tinggal di lingkungan yang sama dengan saya tergerak hatinya untuk
melestarikan lingkungan dan tidak membuang sampah secara
sembarangan. Karena lingkungan ini adalah lingkungan kita yang penting
untuk dijaga kelestariannya untuk meningkatkan kualitas hidup kita.

